Ad 468 X 60

Tampilkan postingan dengan label Fatamorgana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2024

Inikah Yang Kau Damba ?

Inikah yang kau damba
Dunia ini seringkali memukau dengan gemerlapnya, namun bagi seorang Muslim, gemerlap itu hanyalah ilusi yang cepat sirna. Dalam pandangan Islam, dunia adalah persinggahan sementara, tempat ujian dan fitnah yang bisa melalaikan manusia dari tujuan sejatinya. Puisi "Inikah yang Kau Damba?" mengajak pembaca merenungkan betapa hina dunia di hadapan kemuliaan akhirat. Keindahan dunia hanyalah fana, sementara akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya. 



Selanjutnya »

Senin, 23 November 2020

Puisi Keresahan

Puisi Keresahan
Sepasang burung bangau itu
Mengepakan sayapnya merendah bumi
Demikian hatiku yang menunggumu tuk bersimpuh
Sujud di atas sajadah bersama sejuta keluhan  
 
Aku berdiri ditengah padang 
Padang yang kutatap tak berujung
Seperti kini keresahan menantiku
Menunggu titian yang akan ku langkahi dengan asa


Selanjutnya »

Kamis, 30 Juli 2020

Bulir Air Mata

Bulir Air Mata
Siang di tepi teriknya Matahari
Ketika helaan nafas panjang 
Ketika debu menderu bersama abu
Aku sedang berkenalan dengan kesabaran

Tiada lagi hari itu 
Kecuali , manakala aku berjibaku diatasnya
Mengais sejengkal asa ku ..
Untuk mereka yang tengah menengadahkan mulutnya kepadaku



Selanjutnya »

Minggu, 12 Januari 2020

Diriku dan Dunia ?

Diriku dan Dunia ?
Dalam tumpukan emas dan permata kau duga ...
Segala kesenangan kebahagiaan akan tercipta ?

Dalam pesona sanjungan membumbung tinggi
Kau merasa seolah jadi penguasa Dunia ??

Dalam gemulai wanita nan penuh syahwat
Puncak kenikmatan itu telah engkau raih ??
 
Dengan limpahan harta ...
Kau terus terjaga dan tertawa ..


Selanjutnya »

Minggu, 24 November 2019

Dunia oh Dunia

Hamparan ladang itu terlihat menguning
Padahal kemarin aku lihat menghijau segar
Jelaga itu terlihat mengering
Padahal senja kemarin ku lihat basah dengan air

Demikianlah Dunia ....
Tatkala asa ini tersalah berlabuh untuknya
Tatkala cinta ini tersakiti karena nya ...
Dunia kini telah pudar padahal kemarin menumbuh



Selanjutnya »

Kamis, 21 November 2019

Harta Yang Engkau Banggakan ?

Harta Yang Engkau Banggakan ?
Dalam tumpukan emas dan permata , 
Kau duga ..
Segala kesenangan kebahagiaan tercipta ?

Dengan limpahan harta yang engkau raih , 
Kau kira ..
kau akan terus terjaga dan tertawa ? 

Dalam kucuran uang yang tiada henti
Kau sangka ...
Kebahagiaan akan pasti di dapat ?



Selanjutnya »

Jumat, 08 November 2019

Kehidupanku

Kehidupanku ...
Terus mencari ...
Mengelana bersama waktu
Memahami apa itu hidup?
Dan untuk apa kita hidup?

Kehidupanku ...
Adalah untuk untuk apa yg harus kulakukan
Semua hal yang bisa ku katakan kembali padaku
Kadang-kadang ku berharap bahwa itu baru saja dimulai
Sepertinya aku selalu sedikit terlambat



Selanjutnya »

Rabu, 16 Oktober 2019

Gundahku

Puisi islami gundahku
Gundahku
Entah apa yang bersemayam dalam hatiku
Gundah bersama keresahan memaku disana
Tiada Hati ini terhenti dari kubangan resah
Kecuali air mataku tertumpah atasnya 

Sesuatu itu tampak indah ...
Mekar bersama setumpuk kebahagiaan
Sesuatu itu tampak nyata ...
Berbunga bak limpahan mawar melingkupi taman







Selanjutnya »

Selasa, 10 Februari 2015

Asaku nun Jauh di Sana

Asaku nun Jauh di Sana
Dermaga yang bisu
Pagi itu terpecahkan 
Dengan semburat sinar mentari

Dan ombak yang mendayu
Bermain sendiri dalam sepi
Semua yang hidup tertidur

Melipat diri dalam mimpi
Bintang berkaca dalam sunyi
Sebait bulan menemaniku


Selanjutnya »

Sabtu, 10 Januari 2015

Fatamorgana

Lihat langit
Berulang kali ia menghantar tangisnya
Menghapus puisi yg ku toreh diatas pasir
Hanya tersisa serpihan yg hilang
Mengubur diri entah sampai kepadanya atau tenang
Aku Sudah bosan
Bintang temani bulan
Satu hari ingin mendampingi matahari ...


Selanjutnya »

Sabtu, 20 Desember 2014

Mimpi

Mimpi
Ketika hati bertanya tentang apa..
Disaat hati tak bisa lagi merasa..
Di saat itu .... 
Tiada satupun kehangatan nur yang menyentuh kalbu ...

Jejak fana dunia ini
Tak selalu sama dengan asa
Dan kenyataan,
Itulah akhir dari semua impian..




Selanjutnya »

Jumat, 19 Desember 2014

Aneh ?

Aneh
Aneh ...
Aku tak mengerti
Ketika ia katakan "sayang"
Sungguh terlihat jelas naifnya

Aneh ...
Jika apa yang ia lakukan
Katanya untuk "diriku" ??
Padahal bingkai kebencian sudah terhias


Selanjutnya »

Rabu, 22 Oktober 2014

Dera

dera
Adakalanya surya itu redup
Menyisakan sinar suram ditengah pekatnya awan 
Adakalanya Rembulan itu tak tampak
Disembunyikan bersama gumpalan mega berarak

Adakalanya diriku merangkak terseret seret
Meninggalkan luka bernanah tak terobati 
Adakalanya dirimu bercucuran air mata keluh kesah
Mengabarkan akan luka menganga didalam hati 


Selanjutnya »

Senin, 20 Oktober 2014

Jenuh

Jenuh - Puisi Islami Terbaik
Jenuh ...
Kemarin biru 
Hari ini merah
Esok hijau
Lusa aku pun mendua
Hari-hari tampak sama di mataku

Jenuh ... 
Ia yang kemarin marah 
Hari inipun marah kepadaku
Ia yang kemarin benci 
Hari inipun benci kepadaku 
Ia , kemarin dan hari ini sama dimataku


Selanjutnya »

Rabu, 04 Juni 2014

Dunia dan aku


dunia dan aku
Dunia 
Hidangan yang penuh gemerlap
Gemerincing kemewahan nan fana
Adalah sifat yang ia miliki

Dunia 
Tatkala engkau menyapanya
Ia terlihat melambai penuh pesona
Bak bidadari yang mengelus syahwatmu



Selanjutnya »

Rabu, 08 Januari 2014

Air Mata

Puisi Air Mata
Air Mata
Terkadang ia bagaikan bisikan
Membelai halus jiwa yang hampa
Ketika sebuah asa terasa sulit terjangkau

Air mata
Ia bagaikan mata air
Dipadang luas yang tidak ditemui para pengembara
Ketika sebuah asa enggan memenuhi dahaganya

 


Selanjutnya »

Senin, 11 Februari 2013

Puisi Gundah

Puisi Gundah
Siang itu terasa terik ...
Sengatannya seolah meluluhkan seluruh peluhku
Tiba-tiba , Aku melihat di ufuk barat ..
Berarak sekelompok mega ...
Ia menutup siang itu dengan gelap ...

Tumpahan air dari langit
Seketika merubah fatamorgana-ku 
Yang terbias di sudut jalan ...
Menguapkan segala asa , mimpi ..
Mimpi mimpiku yang tak pernah ku capai ...


Selanjutnya »

Minggu, 28 Oktober 2012

Jiwa yang resah

Wahai hati jiwa yang gulana
Engkau seolah mentari yang terhalang mega
Meredupkan sinar dirimu sendiri
Membawa sengsara jagatmu sendiri ...

Wahai jiwa yang resah
Kenapa engkau menjauhkan diri ...?


Selanjutnya »

Pagi yang mendung

Puisi Islami Religi
Puisi Islami Terbaik
Pagi itu memang mendung
Aku tak begitu melihat ada asa di sana
Pagi itu memang mendung
Aku merasa tidak ada aku di sana

Ya benar pagi itu memang mendung
Bukan berarti disana akan turun hujan
Tapi bisa jadi seribu makar tengah mengiringinya
Sebagai pengganti hujan yang tak  kunjung datang




Selanjutnya »
© 2012 Designed by My Blogger Tricks