Jumat, 07 Desember 2012
Liang Lahad
Ketika Kematian telah mendatangimu
Engkau kelak akan melihat tempat terakhir bagi dirimu
Ia tidaklah luas seluas rumahmu
Ia tidaklah megah semegah istanamu
Ia tidaklah gemerlap segemerlapnya tempat bermainmu
Ia tidaklah terang seterang kamarmu ...
Engkau kelak akan melihat tempat terakhir bagi dirimu
Ia tidaklah luas seluas rumahmu
Ia tidaklah megah semegah istanamu
Ia tidaklah gemerlap segemerlapnya tempat bermainmu
Ia tidaklah terang seterang kamarmu ...
Selanjutnya »
Labels:
Kematian
Sakaratul Maut
Saudara-ku yang di berkahi Allah ...
Pernahkah engkau membayangkan ?
Pernahkah engkau menyadari ?
Jika ketika Malaikat Maut membantingmu
Pernahkah engkau membayangkan ?
Pernahkah engkau menyadari ?
Jika ketika Malaikat Maut membantingmu
....dengan sekali banting ...
Dan melemparkanmu ke atas tempat tidur kematianmu ?
Dan melemparkanmu ke atas tempat tidur kematianmu ?
Menghempaskan seluruh asamu saat itu juga ....
Selanjutnya »
Labels:
Kematian
Shalat
Shalat
Ia adalah cermin seorang mukmin
Pembeda dengan para pengingkar
Pemisah antara cahaya dan kegelapan
Shalat
Ia adalah pembersih kubangan dosamu
teman yang kelak menemanimu dalam gelapnya kubur
Perisai dari an Naar yang pedih
Ia adalah cermin seorang mukmin
Pembeda dengan para pengingkar
Pemisah antara cahaya dan kegelapan
Shalat
Ia adalah pembersih kubangan dosamu
teman yang kelak menemanimu dalam gelapnya kubur
Perisai dari an Naar yang pedih
Selanjutnya »
Labels:
Ibadah
Senin, 26 November 2012
Ayah
Lembayung senja telah kulihat di ufuk baratSayup ku dengar indahnya Adzan di ujung jalan sana
Tak terasa hari yang penat telah kulewati
Meluruhkan kebosanan yang tak kunjung hilang
Sebongkah rinduku tiba-tiba menyeruak
Tatkala kulihat bejana wudhu kusam nan berlumut disana
Aku teringat akan Ayahku .....
Ayahku yang kurus bongkok dan tua ...
Selanjutnya »
Labels:
Keluarga
Kamis, 22 November 2012
Anakku
Ku pandangi lelapnya tidurmu
Wajahmu begitu bersinar
Cantik terpandang di kerinduan hatiku
Wahai anak-ku
Sebongkah harapanku terkuak kembali
Selanjutnya »
Labels:
Keluarga
Minggu, 28 Oktober 2012
Jiwa yang resah
Wahai hati jiwa yang gulana
Engkau seolah mentari yang terhalang mega
Meredupkan sinar dirimu sendiri
Membawa sengsara jagatmu sendiri ...
Wahai jiwa yang resah
Kenapa engkau menjauhkan diri ...?
Selanjutnya »
Labels:
Fatamorgana
Pagi yang mendung
![]() |
Puisi Islami Terbaik |
Pagi itu memang mendung
Aku tak begitu melihat ada asa di sana
Pagi itu memang mendung
Aku merasa tidak ada aku di sana
Ya benar pagi itu memang mendung
Bukan berarti disana akan turun hujan
Tapi bisa jadi seribu makar tengah mengiringinya
Sebagai pengganti hujan yang tak kunjung datang
Selanjutnya »
Labels:
Fatamorgana
Langganan:
Postingan (Atom)