Ad 468 X 60

Senin, 26 November 2012

Widgets

Ayah

ayahku

Ayah dan Makna Keteguhan dalam Kehidupan Keluarga

Sosok ayah sering digambarkan sebagai figur yang kuat, tenang, dan jarang menampakkan perasaan. Di balik sikapnya yang terlihat sederhana, ayah memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keluarga, menafkahi, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pemimpin dan pendidik yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.


Banyak nilai kehidupan justru ditanamkan ayah melalui tindakan, bukan kata-kata. Keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan sering hadir dalam diam. Puisi Ayah ini mencoba menghadirkan refleksi tentang sosok ayah sebagai figur yang mungkin jarang dipuji, tetapi selalu menjadi sandaran dalam perjalanan hidup. Sebuah ungkapan sederhana untuk menghargai peran ayah yang sering terlupakan.


baca juga puisi indah " Nasihat untuk ayah dan ibu "


AYAH


Lembayung senja telah kulihat di ufuk barat
Sayup ku dengar indahnya Adzan di ujung jalan sana
Tak terasa hari yang penat telah kulewati
Meluruhkan kebosanan yang tak kunjung hilang


Sebongkah rinduku tiba-tiba menyeruak 
Tatkala kulihat bejana wudhu kusam nan berlumut disana
Aku teringat akan Ayahku .....
Ayahku yang kurus bongkok dan tua ...


Telah dua dasawarsa kau meninggalkanku
Mendahuluiku menunggu di negeri sana
Yang entah apakah aku bisa menemuimu lagi
Yang entah apakah aku bisa menatap wajahmu lagi 

Sorot matamu serasa baru kemarin ku tatap
Suara parau tuamu serasa sepenggal waktu lalu ku dengar
Tapi senja ini kenapa semuanya seolah sunyi 

Kau memiliki nama yang selalu menghantui pikiranku
Merasuki sanubariku yang haus akan ceramahmu ...
Menegur ku tatkala ku lalai ...

Serasa kau masih tetap berada disini
Menemaniku membasuh wajah ini dengan wudhu 
dan kemudian kita berjalan bersama...
Beriring berkopiah dan bersarung menuju masjid diujung jalan sana 


Ayah .... 
Apakah engkau tahu ,...?!
Apakah engkau lihat  ,...?!
bahwa aku masih disini menunggu giliran setelahmu mengambil air wudhu

Ayah ....
Tiada yang bisa ku katakan lagi terhadap dirimu
Seluruh kata dan ucapan ini tidak sanggup menuliskan akan kerinduanku padamu
Kecuali aku masih simpan terompahmu yang lapuk 

Ayah ...
Aku tahu bahwa engkau tahu aku disini
Aku tahu bahwa engkau tahu aku begitu merindukanmu
Aku tahu bahwa engkau tahu kini aku berjalan sendiri 
Meneruskan langkahmu untuk tetap mendatangi panggilan adzan ...

Berikanlah aku do'a yang makbul
Ingin kiranya aku meminta kepada-Mu
Temukanlah aku bersama dengan ayahku kelak 
Allahumma amiin ....

26 November 2012 , pkl : 23.00
 

Puisi tentang ayah sering kali terasa sederhana, namun menyimpan makna yang dalam. Melalui Ayah, pembaca diajak untuk merenungkan kembali peran seorang ayah yang mungkin jarang diungkapkan lewat kata-kata. Di balik kerja keras dan sikapnya yang tenang, terdapat doa dan pengorbanan yang tidak selalu terlihat.

Dalam kehidupan yang serba cepat, penghargaan terhadap sosok ayah sering terlambat disadari. Semoga puisi ini dapat menjadi pengingat untuk menghargai, mendoakan, dan meneladani nilai-nilai keteguhan serta keikhlasan yang diajarkan ayah dalam kehidupan sehari-hari.


baca juga puisi menyentuh " Air mata Anak Yatim "


 


BAGIKAN KE   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Hak Cipta:© Copyright 2014 - Puisi Terbaik Islami
Puisi Islami Terbaik pembangun jiwa , penggugah hati . Puisi Pilihan yang bisa menjadikan Anda untuk terpacu mengamalkan kebaikan Read More →

0 comments: