Kamis, 22 November 2012
Anakku
Anak adalah amanah sekaligus anugerah yang tidak ternilai dalam kehidupan manusia. Kehadirannya membawa kebahagiaan, harapan, sekaligus tanggung jawab besar bagi orang tua. Dalam Islam, anak bukan sekadar pelengkap keluarga, tetapi titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Setiap doa, perhatian, dan pengorbanan orang tua menjadi bagian dari proses membentuk pribadi yang berakhlak dan beriman.
Di tengah tantangan zaman modern, membesarkan anak bukan perkara mudah. Perubahan sosial, teknologi, dan nilai hidup sering kali membuat orang tua harus belajar kembali tentang makna mendidik dengan kasih sayang. Puisi Anakku ini lahir sebagai ungkapan perasaan, doa, dan harapan orang tua terhadap buah hatinya—sebuah refleksi sederhana tentang cinta, tanggung jawab, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Baca puisi menyentuh lainnya : Anak Yatim Air Mata & Syurga Nya
Puisi tentang anak selalu menyentuh sisi terdalam hati manusia, karena di dalamnya tersimpan doa dan harapan yang tulus. Melalui Anakku, pembaca diajak untuk merenungkan kembali peran orang tua dalam membimbing, melindungi, dan mendoakan anak-anaknya.
Dalam kehidupan yang penuh dinamika, kasih sayang dan keteladanan tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan anak. Semoga puisi ini dapat menjadi pengingat bahwa membesarkan anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga tentang menanamkan nilai iman, akhlak, dan keikhlasan yang akan menemani mereka sepanjang hidup.
Baca juga puisi reflektif lainnya tentang keluarga dan kehidupan dalam kumpulan puisi islami tentang kasih sayang dan amanah di blog ini.














0 comments:
Posting Komentar