Ad 468 X 60

Selasa, 25 Maret 2025

Widgets

Langit yang Bersujud di Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di bulan Ramadan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan, di mana para malaikat turun ke bumi dengan membawa rahmat dan keberkahan. Setiap ibadah yang dilakukan di malam ini akan dilipatgandakan pahalanya, menjadikannya sebagai malam yang istimewa dan penuh ampunan.

Malam Lailatul Qadar adalah saat yang tepat bagi setiap hamba untuk bersimpuh dalam doa, merendahkan hati, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. 


Keistimewaannya mengajarkan kita tentang pentingnya keikhlasan dan ketulusan dalam beribadah. Banyak ulama menyebutkan bahwa tanda-tanda malam ini adalah suasana yang damai, langit yang cerah tanpa bintang berlebihan, serta kesejukan yang menyelimuti hati orang-orang beriman.

Puisi berikut ini menggambarkan bagaimana langit, bintang, dan bumi turut bersujud di malam penuh berkah ini. Dengan bahasa yang puitis dan penuh makna, puisi ini mengajak kita untuk merenungi keagungan Lailatul Qadar dan memperbanyak amalan di dalamnya.


Langit yang Bersujud di Malam Lailatul Qadar


Langit bersimpuh dalam gelapnya malam,
Bintang bertabur dalam syahdu nan kelam.
Tiap detik penuh rahmat ilahi,
Malaikat turun membawa damai sejati.

Angin berbisik lembut menari,
Menyampaikan doa-doa suci.
Setiap jiwa bersimpuh hening,
Merintih harap ampunan bening.

Cahaya tak bersinar terang membara,
Namun hati bersujud dalam asa.
Langit menyaksikan hamba-hamba suci,
Memohon ridha Sang Maha tinggi.

Bumi pun ikut bergetar sendu,
Menampung langkah penuh rindu.
Tangis taubat mengalir bening,
Menyucikan hati dari noda kering.

Malam yang hening penuh berkah,
Setiap nafas berselimut ibadah.
Tak ada yang sia-sia dalam sujud,
Hanya ridha yang menjadi Ikhlas .

Doa-doa naik ke langit luas,
Dijawab Tuhan dengan kasih tulus.
Dosa yang pekat luruh perlahan,
Tertimpa cahaya penuh keampunan.

Tak tampak cahaya membara di sana,
Namun hati menyala dalam iman bersahaja.
Ketika dunia terlelap nyenyak,
Para hamba terjaga dalam munajat.

Semesta bersaksi di malam suci,
Tentang jiwa yang mencari arti.
Mencari Tuhan di hamparan sunyi,
Dalam sujud yang tak berbatas lagi.

Langit pun bersujud dalam tenang,
Menyambut doa yang melayang.
Malaikat berseru dengan lirih,
“Wahai hamba, Tuhanmu Maha Pemurah.”

Lailatul Qadar, malam yang agung,
Di mana rahmat tercurah mendukung.
Sungguh beruntung yang meraihnya,
Dalam sujud penuh cinta-Nya.


Semoga puisi ini menginspirasi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT di malam-malam terakhir Ramadan. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, dan mencari keberkahan di malam Lailatul Qadar. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memberikan kita kesempatan untuk meraih malam penuh kemuliaan ini. Aamiin.


Puisi Islami Terbaik

25/03/25

BAGIKAN KE   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Hak Cipta:© Copyright 2014 - Puisi Terbaik Islami
Puisi Islami Terbaik pembangun jiwa , penggugah hati . Puisi Pilihan yang bisa menjadikan Anda untuk terpacu mengamalkan kebaikan Read More →

0 comments:

© 2012 Designed by My Blogger Tricks