Minggu, 04 Januari 2026
Rajab, Ketika Taubat Dimulai
Puisi “Rajab, Ketika Taubat Dimulai” lahir dari suasana bulan Rajab yang tenang, sunyi, dan penuh ruang untuk berpikir ulang tentang diri sendiri. Bulan Rajab sering disebut sebagai waktu yang pas untuk berhenti sejenak, menata niat, dan mulai jujur pada hati sebelum Ramadhan datang. Lewat puisi ini, pembaca diajak merenung tanpa digurui, menikmati kata-kata yang sederhana tapi mengena. Cocok untuk kamu yang suka puisi islami, refleksi diri, dan tulisan religi yang santai, membumi, serta relevan dengan kehidupan sehari-hari—bukan sekadar indah, tapi juga terasa dekat dan nyata.
Baca juga : Jejak Dosa di lembah Taubat
Rajab datang tanpa gegap gempita,
ia tidak menjanjikan pesta,
hanya waktu yang disucikan
dan hati yang diminta jujur pada dirinya.
Di bulan ini, dosa belajar takut,
bukan karena api neraka disebutkan,
melainkan karena sunyi
yang membuat nurani tak bisa bersembunyi.
Rajab , bukan tentang ritual baru,
ia hanya cermin yang diletakkan Allah
agar manusia melihat ..
betapa sering ia menzalimi dirinya sendiri.
Langit tidak berubah warna,
namun beban di dada terasa lebih berat,
sebab setiap langkah dipertanyakan ...
akan dibawa ke mana umur yang tersisa?
Rajab , adalah awal keberanian
berani mengakui salah,
berani menunda maksiat,
berani bersiap sebelum Ramadhan mengetuk.
Jika kau bertanya apa keistimewaannya,
Rajab hanya menjawab lirih:
“Aku bulan yang mengingatkan,
bahwa kembali selalu mungkin"
Karawang , 01 Jan 26
Hak Cipta:© Copyright 2014 - Puisi Terbaik Islami
Puisi Islami Terbaik pembangun jiwa , penggugah hati . Puisi Pilihan yang bisa menjadikan Anda untuk terpacu mengamalkan kebaikan Read More →
Faidah atau Puisi Terkait:
Ibadah Muhasabah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)














0 comments:
Posting Komentar