![]() |
| Liang Lahad |
Pages
Rabu, 26 Desember 2012
Siapakah diriku?
Sabtu, 08 Desember 2012
Tips Mudah Membuat Puisi
Jumat, 07 Desember 2012
Liang Lahad
Engkau kelak akan melihat tempat terakhir bagi dirimu
Ia tidaklah luas seluas rumahmu
Ia tidaklah megah semegah istanamu
Ia tidaklah gemerlap segemerlapnya tempat bermainmu
Ia tidaklah terang seterang kamarmu ...
Sakaratul Maut
Pernahkah engkau membayangkan ?
Pernahkah engkau menyadari ?
Jika ketika Malaikat Maut membantingmu
Dan melemparkanmu ke atas tempat tidur kematianmu ?
Senin, 26 November 2012
Ayah
Ayah dan Makna Keteguhan dalam Kehidupan Keluarga
Sosok ayah sering digambarkan sebagai figur yang kuat, tenang, dan jarang menampakkan perasaan. Di balik sikapnya yang terlihat sederhana, ayah memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keluarga, menafkahi, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pemimpin dan pendidik yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Kamis, 22 November 2012
Anakku
Anak adalah amanah sekaligus anugerah yang tidak ternilai dalam kehidupan manusia. Kehadirannya membawa kebahagiaan, harapan, sekaligus tanggung jawab besar bagi orang tua. Dalam Islam, anak bukan sekadar pelengkap keluarga, tetapi titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Setiap doa, perhatian, dan pengorbanan orang tua menjadi bagian dari proses membentuk pribadi yang berakhlak dan beriman.
Minggu, 28 Oktober 2012
Jiwa yang resah
Pagi yang mendung
![]() |
| Puisi Islami Terbaik |
Sabtu, 25 Agustus 2012
Pagi Yang Cerah
Pagi yang Cerah dan Makna Harapan dalam Kehidupan.
Pagi yang cerah sering kali menjadi simbol awal yang baru dalam kehidupan manusia. Cahaya matahari yang perlahan menyinari bumi seakan membawa pesan tentang harapan, kesempatan, dan semangat untuk melangkah kembali. Dalam perspektif spiritual, pagi bukan sekadar pergantian waktu, tetapi momen refleksi tentang bagaimana manusia memulai harinya dengan niat yang baik dan hati yang lapang.
Jumat, 27 Juli 2012
Taubatku
Senin, 09 Juli 2012
Indahnya bersyukur
Indahnya Bersyukur dalam Kehidupan Sehari-hari
Bersyukur adalah salah satu sikap batin yang paling mendasar dalam ajaran Islam. Di tengah kehidupan yang penuh tuntutan, manusia sering kali lebih fokus pada apa yang belum dimiliki, dibandingkan mensyukuri apa yang sudah ada. Padahal, rasa syukur bukan hanya soal menerima keadaan, tetapi juga tentang menjaga kewarasan jiwa di tengah ketidakpastian hidup.
Dalam Islam, bersyukur dipandang sebagai bentuk kesadaran spiritual bahwa setiap nikmat, sekecil apa pun, memiliki makna. Rasa syukur menumbuhkan ketenangan, memperkuat iman, dan mencegah manusia terjebak dalam keluh kesah yang melelahkan. Melalui puisi Indahnya Bersyukur ini, penulis mencoba menghadirkan refleksi sederhana tentang betapa bersyukur mampu mengubah cara pandang kita terhadap hidup, cobaan, dan harapan di masa depan.












